Minggu, 30 Maret 2014

RESENSI BUKU "Keajaiban Istighfar"

Keajaiban Istighfar

Ø  IDENTITAS BUKU
Judul Buku                              : Keajaiban Istighfar
Jenis Buku                               : Non Fiksi
Penulis                                     : Qamaruddin SF
Desain Sampul                        : Teguh B. Putro
Pewajah isi                              : Nur Aly
Penerbit                                   : Zaman
Kota Terbit                              : Jakarta
Tahun Terbit                            : 2010
Tebal Buku                              : 196 Halaman
No.ISBN                                 : 978-979-024-234-0

Ø  TUJUAN RESENSI
·         Memenuhi tugas Bahasa Indonesia
·         Menganalisis dan menilai isi buku ini layak atau tidak untuk dibaca

Ø  TUJUAN RESENTATOR
·         Mengetahui lebih jauh tentang istighfar
·         Mengetahui rahasia istighfar
·         Mengetahui cara beristighfar yang benar
·         Menganalisis manfaat dan hikmah istighfar
Ø  SINOPSIS
            Dosa merupakan suatu hal yang tidak bisa dilepaskan dalam setiap kegiatan manusia. Seiring bertambahnya hari, berbanding lurus dengan dosa yang di dapat. Setiap hari bahkan setiap detik, manusia selalu berbuat dosa. Cara untuk mengurangi dosa adalah dengan beristighfar. Bahkan, nabi memerintahkan umatnya untuk beristighfar minimal 70 kali sehari.
            Istighfar adalah doa yang dipanjatkan oleh makhluk kepada sang pencipta berupa kalimat permohonan pengampunan dosa yang bertujuan untuk menghapus dosa dan mendapatkan ketentraman jiwa.
            “Manusia merupakan tempat salah dan lupa”. Hadits ini benar terjadi pada kehidupan manusia. Setiap hari, manusia selalu melakukan perbuatan yang berimbas pada bertambahnya dosa. Dosa merupakan akibat dari amal buruk manusia. Amal buruk sangat berpengaruh pada kehidupan manusia, antara lain memuramkan wajah, menggelapkan hati, melemahkan badan, mengurangkan rezeki, dan membangkitkan kebencian orang-orang. Akan tetapi, semua itu hanyalah dampak yang tampar dari luar.
            Adapun dampak dari dalam, yakni efek psikologis dan spiritual, menggelapkan hati karena semakin bertambahnya dosa akan berbekas dalam hati seperti wajan yang terkena noda sehingga berkarat. Dampak yang ketiga, yaitu menganiaya diri sendiri karena semakin bertambahnya dosa akan menambah jumlah dosa sehingga berakibat beratnya seseorang untuk taat dan sulit mendapatkan petunjuk, sulit menimba ilmu dan kekuatan otak menyusut, kehidupan yang sulit dan sempit, serta terhina dimata tuhan.
            Cara mengurangi dampak dosa tersebut adalah dengan beristighfar. Istighfar seperti tobat. Ia menghapus dosa, menghilangkan bekasnya, dan menjauhkan keburukannya. Istighfar tidak hanya sebatas ucapan dari mulut tetapi harus dihayati dengan penuh keikhlasan karena istighfar memiliki rahasia yang sangat besar. Adapun rahasia istighfar, yaitu Allah akan menghapus semua dosa manusia dan menggantikan keburukan dengan kebaikan. Dalam firman Allah dijelaskan “Allah tidak akan menurunkan azab kepada mereka selama mereka beristighfar”. Oleh karena itu, Allah akan menghapus semua dosa dan tidak akan menurunkan azab akibat dosa yang dilakukan oleh orang tersebut.
            Istighfar seperti tobat. Allah akan menghapus semua dosa dan menggantikan keburukan dengan kebaikan memiliki beberapa syarat, yaitu istighfar dilakukan dengan benar, penuh keikhlasan, dan tobat nasuha.
Dikisahkan seorang pemuda bernama nasuha. Nasuha adalah seorang pria feminin dan “berpayudara” seperti wanita. Ia bekerja disalah satu kamar mandi umum wanita dan bertugas membantu membersihkan tubuh wanita. Karena kemahirannya. Suatu hari dia diminta putri raja untuk tinggal di istana. Hari berikutnya, sang putri memerintahkan agar mengosongkan kamar mandi dan menyuruh Nasuha membersihkan tubuhnya. Ternyata, batu mutiara sang putri hilang di kamar mandi. Putri tersebut marah dan menyuruh pengawal kerajaan untuk memeriksa satu per satu pelayan wanita. Ditengah kebingungan dan kekhawatirannya, Nasuha berdoa”Ya Allah, Engkau Maha Pengampun atas dosa setiap hamba-Mu. Seandainya Engkau memberi ampun atas dosa hamba-Mu ini, hamba secara tulus akan berubah menjadi orang baik. Dan seandainya hamba mengingkari keyakinan ini kelak jangan lagi terima hamba yang berdosa ini”.
Akhirnya, Allah mengabulkan permohonan maaf hamba-Nya. Mutiara berhasil ditemukan. Nasuha benar-benar menepati janjinya untuk menjadi orang baik dengan memberikan semua harta haramnya untuk dibagikan kepada fakir miskin dan menghabiskan waktunya untuk beribadah.
Tobat atau meninggalkan maksiat memiliki banyak manfaat, yaitu menjaga citra diri, ketenangan hidup, datangnya rezeki yang tak terduga, dan Allah akan sangat mencintainya lantaran senang dengan tobatnya.

Setelah membaca buku ini, dapat disimpulkan bahwa :
Dosa dan perbuatan manusia adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dosa mengakibatkan dampak buruk pada setiap manusia. Cara untuk menghilangkannya adalah dengan beristighfar. Istighfar seperti tobat, yaitu harus dilakukan dengan ikhlas dan benar seperti kisah Nasuha. Istighfar memiliki dampak positif bagi pelakunya, yaitu menjaga citra diri, ketenangan hidup, datangnya rezeki yang tak terduga, dan Allah akan sangat mencintainya lantaran senang dengan tobatnya.
Diakhir penulisan, resentator menyarankan kepada masyarakat untuk membaca buku ini karena dalam buku Keajaiban Istighfar mempunyai manfaat yang luar biasa tentang istighfar. Resentator juga menyarankan kepada masyarakat untuk menjadikan buku ini sebagai koleksi wajib.
Ø  KELEBIHAN BUKU
·         Adanya ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits nabi memperindah keterangan
·         Bahasaa yang digunakan mudah dimengerti
·         Menjelaskan secara detail tentang definisi istighfar
·         Menjelaskan tentang rahasia dan manfaat istighfar, serta 70 contoh istighfar utama

Ø  KEKURANGAN BUKU
·         Adanya kata melayu klasik, seperti”syahdan” yang terdapat pada halaman 31

·         Ada beberapa keterangan yang diulang-ulang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar