Rabu, 22 Oktober 2014

WOW SI PTIIK Universitas Brawijaya


hai . . hai . .
selain ada rangkaian Raja Brawijaya atau PK2MA UB 2014 dan PK2MABA PTIIK, disini ada acara yang nggak kalah seru dan menyenangkan.Yuph, this is WOW SI . .
Apa itu WOW SI ?




Apa ?? Ajang selfie ?
bukan . . coba tebak lagi . .




Nggak salah kok kalau nyebut ini sedikit sebagai ajang selfie . .
WOW SI adalah Weeks Of Welcoming atau simplenya adalah acara penyambutan untuk mahasiswa baru Sistem Informasi PTIIK UB 2014. Di acara ini sangat jauh dari yang namanya penindasan dan kekerasan. Dan yang paling asik adalah pemberian tugas untuk selfie bersama kakak-kakak KBMSI dan DPMSI. Tujuannya nggak lain dan nggak bukan adalah agar kita bisa mengenal anggota-anggota yang dapat dikatakan memiliki pengaruh besar pada kemajuan SI PTIIK UB. Semua kegiatan yang ada di acara ini sangat menyenangkan serta memberikan manfaat.

Aku juga bagian dari acara ini lho . .
tebak jadi apa hayo ??? yes, aku disini sebagai peserta WOW SI.
Di sini aku menjadi bagian dari kelompok 4. Kelompok gokil minim anggota. hehe ..
Bayangkan ! dalam acara perdana WOW SI kelompok 4 hanya terdiri dari 6 anggota Ary,Raga, Hakim, Ika, Dea, dan Winda sedangkan kelompok lain terdiri dari 10 anggota bahkan ada yang 11 anggota. Na'as bukan ???
Eits lupa , ada pendamping yang selalu setia menemani kita walaupun kelompok kita belum pernah meraih nilai yang memuaskan dalam setiap permainan dan hampir setiap waktu nggak bisa serius dalam menerjakan tugas yaitu Mas Sri (Sri Eko Wahyudi).Sabar ya Mas Sri !!!

Tapi nggak masalah, yang penting menyenangkan.Tapi jangan khawatir,jangan risau,jangan galau We will strive to be the best !!!

Ini dia kelompok paling berekstrak di WOW SI ...



-SEMANGAT YA KELOMPOK 4-

Jangan lupa kunjungi (http://kbmsi.ptiik.ub.ac.id/gallery/video)
dan saksikan betapa gokilnya video perkenalan kelompok WOW SI . .

SEE YOU

PK2MABA 2014 ala PTIIK UB


“Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas dan teman seideologi. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah yang menjadi korban-korban baru mahasiswa semacam itu,”
- Presiden BEM PTIIK -

Ungkapan merupakan kutipan ungkapan Soe Hok Gie yang digaungkan oleh Andi Mohammad Rizki, Presiden BEM PTIIK saat menyambut kehadiran mahasiswa baru (MABA) PTIIK angkatan 2014 (3-4/9). Kutipan tersebut menjadi bahan perenungan serta bekal pembentukan jati diri bagi maba PTIIK dalam memasuki jenjang baru pendidikannya di perguruan tinggi.


Mengangkat konsep serupa dengan tahun 2013 lalu, Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2 Maba) PTIIK tahun 2014 kali ini juga mengangkat konsep pendampingan. Konsep tersebut dilaksanakan dengan menempatkan mahasiswa lama sebagai pendamping maba yang wajib memberikan arahan dan bantuan dengan cara yang baik dan benar. Konsep pendampingan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk membentuk mahasiswa yang berakhlak baik, mampu menghargai sesama dan peduli. Diharapkan maba yang telah dibimbing dan dibantu oleh kakak pendampingnya dengan baik, kemudian dapat menularkan kebaikan tersebut kepada sesamanya dalam kehidupan sehari-hari.


-Sambutan Ir. Sutrisno dan pengenalan jajaran pimpinan-


Meneruskan sambutan dari Presiden BEM PTIIK pada upacara pembukaan PK2 Maba 2014, Ketua PTIIK, Ir. Sutrisno MT. juga berpesan kepada maba PTIIK untuk dapat menjadi orang dengan kepribadian positif dan berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik.
“Kebanyakan orang saat ini suka berusaha mengangkat harga dirinya dengan melecehkan orang lain. Ini salah kaprah. Justru jika seseorang ingin dihargai, maka harusnya terlebih dahulu mampu menghargai orang lain. Jadilah orang yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Ir. Sutrisno MT.

Ir. Sutrisno juga mengungkapkan dirinya yakin bahwa sekitar 1.100 maba yang berhasil bergabung dengan  PTIIK adalah mereka yang memiliki kemampuan luar biasa, karena telah mampu bersaing dengan 13.000 peminat lainnya. Namun beliau juga berpesan agar kemampuan tersebut dapat terus diasah dan dikembangkan di tingkat perguruan tinggi. Dengan cara mendalami teori yang disampaikan diperkuliahan dan aktif dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan.
“Mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan juga tidak kalah pentingnya dengan kegiatan akademik. Karena dapat meningkatkan kemampuan soft skill kalian alam berkomunikasi dan berorganisasi,” ungkap Ir. Sutrisno.


-Pembekalan bagi Maba-



Tidak berhenti pada upacara penyambutan maba saja, kegiatan PK2 Maba PTIIK kemudian dilanjutkan dengan pembekalan bagi maba. Bertempat di ruang-ruang kelas PTIIK, maba diberikan berbagai informasi antara lain tentang pengenalan PTIIK, perbedaan pola pikir mahasiswa dan siswa SMA, pengenalan berbagai kegiatan akademik, serta organisasi kemahasiswaan yang ada di PTIIK. Materi diberikan secara bergantian oleh dosen, mahasiswa lama dan alumni PTIIK. Diharapkan seluruh maba dapat menikmati rangkaian kegiatan PK2 Maba PTIIK dan memetik banyak manfaat serta pengetahuan untuk bekal memulai perannya sebagai mahasiswa, putra putri harapan bangsa. [dna/pic by edw]

sumber : ptiik.ub.ac.id

PK2MABA Universitas Brawijaya 2014 (RAJA BRAWIJAYA 2014)

Percaya gak sih ?
PK2MABA UB 2014 itu ospek seru yang penuh pengalaman baru .



Selasa, 2 September 2014 adalah hari dimana mahasiswa baru UB 2014 menjalani masa ospek. No no no, bukan ospek tapi PK2MABA.Kalau di Universitas lain pada umumnya melaksanakan PK2MABA selama 2 hari atau bahkan sampai 1 minggu, ini dia yang membuat UB lain dari yang lain. PK2MABA UB 2014 hanya berlangsung 1 hari. Asyik gak tuh ? Asyik dong, yang lain aja pada iri . .

Apa aja sih kegiatannya ?
Nggak lain dan nggak bukan adalah untuk memperkenalkan mahasiswa baru UB 2014 pada kehidupan yang baru, kehidupan mahasiswa yang hampir 80% waktunya akan dihabiskan di kampus. Ngapain aja tuh ? Ngapain lagi kalau nggak nongkrong sambil belajar bareng, selain kita bisa semakin akrab sama teman-teman kita juga sambil memanfaatkan fasilitas yang diberikan UB. WHAT IS THAT ? the answer is WIFI.

Dimulai dengan upacara pembukaan di lapangan Rektorat UB.Yang membuat hampir sebagian besar maba tercengang adalah adanya pesawat milik TNI AU yang mengelilingi lapangan rektorat dengan membawa tulisan "SEMANGAT & SUKSES PK2MABA UB 2014".Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian materi dan pengenalan kakak-kakak EM dan para President BEM.



Di bentak-bentak ? itu pasti, tapi itu bukan karena kakak-kakaknya jahat lho, itu semua karena jumlah maba yang kurang lebih 11.000 dan jumlah kakak-kakaknya cuma 600. Jadi mereka harus mengencangkan suara agar bisa di dengar oleh semuanya. Salut deh buat kakak-kakaknya . . .

MAU TAU KESERUANNYA ? LOOK AT THIS . . .
(https://www.youtube.com/watch?v=ACxDufHJSpU)



Selasa, 01 April 2014

CERPEN : Catatan Akhir Sang Mantan



Pernah gak kamu coba mengenang tentang kita ?
Coba bayangin pertama kali kita kenal !
Gimana kita bisa dekat ?
Apa aja yang kita lewati berdua ?
Saat kita marahan dan baikan …
Saat kita nangis bareng …
Saat aku tertawa karena kamu …
Saat aku bertingkah konyol di depanmu …
Saat pelukanmu menenangkanku …
Saat aku marah-marah dan buatmu penat ?
Bayangkan saat itu gak ada lagi !
Tiba-tiba suara cerewet aku gak ada
Saat miss call dari aku ilang dari kehidupanmu …
Gak ada telepon yang harus kamu angkat lagi …
Gak ada smsku yang harus kamu balas …
Gak ada celotehku yang bikin emosimu naik …
Gak ada suara marah dan tangisanku yang memuakkan kamu lagi …
Saat itu apa kamu LEGA ?
…………………………………………………………

            “Ka, loe lagi ngapain sih ?”
            “nggak ngapa-ngapain, kok !”
            “sini-sini gue pengen liat ! loe lagi nulis apaan, sih ?”, ucap Fitri sambil narik buku diary bergambar mickey kesayangan gue.
            “enggak enggak. Apaan sih, loe ? udah deh, mending kita ke kantin !”, ajak gue bermaksut ngalihin pembicaraan tentang isi diary gue.
            Gue Ika. Gue kelas 3 SMA di SMAN 1 Wonoayu. Yah, walaupun sekolahnya agak terpencil dan baru berdiri sekitar 11 tahun-an tapi gue sayaaaaaaaanngg banget sama sekolah ini. Kenapa ? karena di sini gue bisa paham apa yang namanya kebersamaan, gue jadi ngerti apa yang dimaksut sahabat, gue jadi bisa ngerasain gimana rasanya ketawa lepas yang ternyata bisa dapet kartu kuning, dan yang paling penting untuk pertama kalinya gue ngelepas jabatan gue “16 tahun single” dan tau gimana rasanya sakit hati.
            “teet … teet … teet … teet”, suara 4 bel itu nandain kalo sekarang udah waktunya pulang. Tapi seperti biasa, gue sama temen-temen gue gapernah langsung pulang. Kita selalu nongkrong ditangga kembar milik sekolah tercinta kita ini.
            “yang laen mana ? kok cuma kita bertiga ?”, tanya gue sesaat setelah gue sampek di tangga dan ngeliat cuma ada Fitri dan Nofita.
            “masih pada makan di kantin.”, jawab Nofita.
            “eh, bentar lagi kita lulus ya ? jangan sampek persahabatan kita ini cuma sampek disini aja. Kita harus bisa bertahan sampek kita jadi kakek-kakek sama nenek-nenek nanti.”, ceramah Fitri.
            “iya, iya. Eh, Ka, kamu mau lanjut kuliah di mana ? Kedokteran ?”, tanya Nofita serius.
            “eh, anak kedokteran tuh anak-anak orang kaya, ya ? hampir semua bawa mobil, bajunya branded semua. Hebat, ya ?”, celetuk Fitri.
            “ya ya ya. Entar gue bakal jadi mahasiswa kedokteran pertama yang ke kampus bawa sepeda ontel, pakek baju merk pasar larangan.”, cetus gue tiba-tiba tanpa sadar.
            “hahahahahaha”….
            Saat-saat ini yang bakal gue kangenin nanti. Saat gue bikin kalian ketawa lepas, saat kita ngobrol tentang hal-hal yang nggak mungkin banget kejadian. Gue bakal kangen sama suasana sekolah ini.
            Tapi, di sekolah ini juga ada beberapa hal yang gamau gue inget-inget lagi. MANTAN …
  ***
            “ciyee … lagi berduaan, nih ? tapi kok wajahnya pada tegang ?”, kata Erina saat lihat gue sama Arjun duduk di depan Ruang OSIS.
            “udah, masuk aja de, Er ! mereka lagi ada masalah.”, teriak Clarissa.
            “aku pengen udahan gapapa, kan ?”, ujarku spontan sesaat setelah Erina masuk ke Ruang OSIS.
            “kenapa ? aku gamau. Kalau aku punya salah aku minta maaf.”
            “minta maaf aja terus. Tapi akhirnya tetep bo’ong-bo’ong juga kan ?”
            “pokoknya aku gamau”, ujarnya sambil matanya berkaca-kaca. Gue gatau itu beneran atau cuma rekayasa dia aja. Gue tipikal orang yang paling gabisa liat orang nangis. Jadi ya, gajadi putus deh …
            Tapi beberapa bulan kemudian, dia jarang ada kabar. Gue baru sadar, kalo hubungan ini bukan hubungan pacaran. Cuma sekedar TTM yang berstatuskan pacaran. Gue sempet ada niatan mutusin dia lagi, tapi gue terlanjur sayang sama dia. Sampek suatu hari dia ngajak gue ketemuan. Yah, dimana lagi kalo bukan di sekolah ? gue emang gapernah kemana-kemana sama dia. Just in the school
            “kita udahan aja, ya ?”, gue gamunafik. Denger kata itu dari mulut dia seakan-akan dia mau bales dendam ke gue. Tapi bedanya, sekeras apapun gue nangis, tangisan gue gaakan bisa ngerubah apapun.
            “aku minta putus bukan karena cewek laen kok ! aku cuma pengen konsentrasi sama kuliah aku. Tapi kita harus tetep janji kalo kamu deket sama cowok lain harus ngomong ke aku, aku juga bakal ngomong ke kamu kalo aku deket sama cewek”, ujarnya berusaha ngeyakinin gue kalo dia bener.
            Marah ? banget. Gue gatau kenapa dia mutusin gue waktu gue udah sayang sama dia. Gue ngerasa dimainin. Bukan cuma ngerasa, tapi gue baru sadar kalo gue cuma dimainin. Tapi yaudah lah, my life must go on.
            Satu bulan udah gue putus sama dia. Tapi dia tetep sms gue tiap hari, bahkan sempet ngajak balikan yang pada akhirnya dia sendiri yang bilang “gajadi”. Gue sempet bingung dan gangerti. Udah putus, tapi setiap gue nyuruh dia ke sekolah dia masih tetep dateng ke sekolah. Itu yang bikin gue susah buat move on.
            Sampek pada akhirnya dua bulan kemudian dia dapet pengganti gue. Gue marah. Selain karena gue masih ada feel, gue tau itu bukan dari dia sendiri. Gue tau dari temen gue yang ngakunya juga pernah hampir jadi korban mantan gue ini.
            Gue sayang sama dia tulus. Dia gapernah memperlakukan gue kaya’ pacar-pacarnya yang dulu, dia malah kelihatan lemah dan gabisa apa-apa di hadapan gue. Gue gatau kenapa dulu gue kekeh mertahanin hubungan gue sama dia padahal udah banyak banget temen-temen gue yang jelek-jelekin dia di depan gue.
            Sekarang gue jadi benci banget sama dia. Apalagi saat gue tau dia bilang ke pacar barunya kalo kita dulu cuma pacaran 1 bulan. 8 bulan gue bertahan buat dia. Gue gapernah minta apa-apa selain dia ngerubah sifatnya yang gapantes jadi seorang anak tunggal buat kedua orang tuanya.
            “udahlah, gausa dipikirin cowok kaya’ gitu ! loe tuh cewek baik-baik. Gue sebagai sahabat loe gamau liat loe sedih.”, hibur Alvi.
            “bantu gue move on, ya !”
            “jangankan move on, kita cari pacar bareng-bareng habis ini. Okey ?”, ujar Alvi yang cuma bisa gue bales dengan senyum.
***
            “gimana kabar mas Arjun ?”, tanya Clarissa yang tiba-tiba udah duduk di bawah gue yang cuma beda 1 anak tangga.
            “yeee .. mana gue tau. Udah gapeduli ah…”
            “hahahha”…
            Entah kenapa kisah kelam gue bareng mantan gue itu gapernah bener-bener bisa ilang dari kehidupan gue. Padahal gue udah gapernah bahas itu orang lagi.
            Pagi ini gue ngerasa bakal ada kejadian seru. Tapi gue gatau apa. Be ready aja lah …
“loh ? loe mantannya Arjun , Ka ? kok loe mau sih sama anak kaya’ dia ?”, ucap Anggi pas gue lagi serius ngerjain tugas matematika.
“apa se ? udah de gaperlu dibahas.”, ujar gue geram.
“udah lah, Ka ! gaperlu didengerin, anggep aja angin lewat.”, ucap Tiyas, sahabat gue di kelas ini.
“gimana ceritanya loe bisa jadian sama dia ?”, tanya Dhani.
Gue udah gamau nutup-nutupin lagi. Gue cerita semua apa yang gue alami. Dia bisa ingkar janji, gue juga bisa.
Semenjak saat itu gue selalu dipanggil dengan nama mantan gue di kelas. Gue rada’ risih sebenernya, tapi itulah keseruannya. Gue diintrogasi mirip teroris yang baru ketangkep …
Gue bener-bener gaakan bisa lupa semua yang udah terjadi disekolah ini sampek gue tua nanti. Mulai dari guru-guru dan sahabat sampek kakak kelas yang njulukin gue “gembeeng”. Sahabat-sahabat yang selalu ketawa, nangis bareng gue dan selalu ngehibur gue. Introgasi temen-temen sekelas gue, sampek mantan gue yang udah sedikit banyak ngasih gue pelajaran tentang berharganya perasaan gue. Walaupun kita uda lama putus, tapi kisah kita selalu kebawa dalam hidup gue selama gue di SMA. Gue harap loe bisa berubah jadi POWER RANGER bembela kebenaran ya !
Dan sekarang gue tau akhir dari diary gue …
Pernah gak kamu coba mengenang tentang kita ?
Coba bayangin pertama kali kita kenal !
Gimana kita bisa dekat ?
Apa aja yang kita lewati berdua ?
Saat kita marahan dan baikan …
Saat kita nangis bareng …
Saat aku tertawa karena kamu …
Saat aku bertingkah konyol di depanmu …
Saat pelukanmu menenangkanku …
Saat aku marah-marah dan buatmu penat ?
Bayangkan saat itu gak ada lagi !
Tiba-tiba suara cerewet aku gak ada
Saat miss call dari aku ilang dari kehidupanmu …
Gak ada telepon yang harus kamu angkat lagi …
Gak ada smsku yang harus kamu balas …
Gak ada celotehku yang bikin emosimu naik …
Gak ada suara marah dan tangisanku yang memuakkan kamu lagi …
Saat itu apa kamu LEGA ?
Aku harap jawabannya adalah IYA …
Karena dia adalah pengganti posisiku yang akan merubahmu jadi seorang POWER RANGER …

            SEE YOU AGAIN MY LOVELY SCHOOL, WONOAYU …


****

OSIS-MPK SMAN 1 WONOAYU PERIODE 2013-2014



OSIS-MPK SMAN 1 WONOAYU PERIODE 2012-2013



OSIS SMAN 1 WONOAYU PERIODE 2011-2012 (XII)